On Minggu, Juni 01, 2014 by Pemuda Nabawi in Al-Qur'an, Artikel Pilihan, Kumpulan Sunnah Rasul, Sunnah No comments
Saudaraku yang baik, sopan dan santun, serta pandai dan rajin menabung, hehehehehe.......
temen temen tau g' tentang Al-Qur'an???
pasti tau dong.. :D
Kitab SUCI kita gitu lho........
Lha trus kenapa saya posting tentang Jangan takut tidak tahu artinya ketika membaca AL-QUR’AN??
pasti tau dong.. :D
Kitab SUCI kita gitu lho........
Lha trus kenapa saya posting tentang Jangan takut tidak tahu artinya ketika membaca AL-QUR’AN??
hehehe........ simak yuk...
(dan jangan lupa ya, kawan-kawan, untuk berkomentar ya)
(dan jangan lupa ya, kawan-kawan, untuk berkomentar ya)
Al-Qur’an adalah kitabullah yang
ALLAH SWT turunkan sebagai petunjuk hidup manusia dimuka bumi ini yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama
yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat
Al-'Alaq ayat 1-5. Dan Sebagai seorang muslim
hukumnya adalah wajib untuk
mempelajari Al-Qur’an, yaitu dengan cara mendalami, menghafal dan harus bisa mengamalkannya.
Dalam hal ini kita patut belajar dari sang pembawa risalah yaitu Nabi Besar SAW yang mana telah memiliki akhlak Al-Qur’an.
Subhanallah…… Apakah Kita bisa memliki akhlak seperti itu? semoga aja ya saudaraku... di-amini dong..
lanjut saja ya... di era 2014 ini, kita jarang sekali bisa menjumpai orang-orang yg
berakhlaq Al-Qur’an. Mengapa bisa demikian? Ini adalah pertanyaan besar bagi umat muslim, khususnya di indonesia
karena masyarakat indonesia mayoritas adalah muslim. Apakah masyarakat jauh dari Al-Qur’an? Jawabnya Bisa ya bisa juga tidak tentunya. Ya karena masih banyak orang-orang meskipun
spekan sekali membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu ada juga kegiatan sima’an-sima’an
di daerah-daerah. Walaupun sayangnya jama’ah-jama’ah mereka mayoritas orang tua. Namun membaca Al-Qur’an saja, sebenarnya bukanlah sebuah jaminan bahwa seseorang
berakhlak Al-Qur’an, selama apa yang kita lakukan jauh dari nilai-nilai
Al-Qur’an maka ia belum berakhlak Al-Qur’an.
Berbicara Al-Qur’an dan akhlak, tentu akan sangat panjang sekali.
Maka dari itu kali ini, kami coba menyampaikan beberapa pemikiran yang salah
terhadap al-qur’an yang selama ini tlah meracuni pemikiran masyarakat.
Pertama, Ada sebagian orang mengatakan “kenapa harus membaca Al-Qur’an yang pentingkan esensinya bisa kita
terapkan” argumen semacam ini adalah sangat keliru. Kenapa? Secara tidak
langsung dia menyatakan bahwa dirinya telah berperilaku
seperti al-qur’an, padahal jika dilogika, bagaimana dia tahu tentang
al-qur’an jika dia tidak pernah membaca al-qur’an? Okelah jika mereka
menyangkal dengan melihat terjemahan, lalu terjemahan macam apa yang mereka
pelajari? Bisa jadi mereka justru terjerat dalam penafsiran yang keliru.
Kedua, apa gunanya membaca banyak jika tidak tahu artinya. Tahu arti Al-Qur’an itu memang penting, tetapi bagaimana seseorang tahu artinya jika tidak membacanya? Hal terpenting yang harus kita sadari disini adalah kita harus cinta Al-Qur’an. Tanpa banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an, bagaimana kita bisa mencintainya? Bayangkan kalau kita tidak pernah berinteraksi dengan Al-Qur’an, bagaimana rasa cinta itu bisa tumbuh? Maka dari itu bacalah Al-Qur’an sekalipun tidak tahu artinya, minimal itu adalah wujud rasa cinta kita terhadap Al-Quran dan bukankah pahala membaca Al-Qur’an itu dinilai perhuruf?
Dari Abdullah bin Mas`ud berkata bahwa Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." (HR At Tirmidzi dan berkata, "Hadits hasan shahih).
"Ada sebuah kisah menarik untuk menggambarkan betapa pentingnya membaca AL-Qur’an
walaupun kita tidak tahu arti dari Ayat-ayat yang kita baca namun tetap akan
mampu memberikan manfaat bagi kita. dikisahkan ada seorang ayah di daerah Eropa
yang gemar membaca Al-Qur’an. Setiap hari membaca Al-Qur’an. Tak pernah sang
ayah ini melewatkan hari-harinya tanpa membaca Al-Qur’an. Melihat perilaku
ayahnya ini, sang anakpun menegur sang ayah, karena si anak juga tahu bahwa
ayahnya tidak tahu bahasa arab. Untuk itu sang anakpun bertanya, “maaf ayah, tolong berhenti sebentar dari
membaca Al-Qur’annya”. “ada apa
anakku” sahut ayah. Sang anakpun melanjutkan “wahai ayah, kenapa ayah setiap hari membaca Al-Qur’an? Padahal aku tahu bahwa ayah tidak tahu
artinya? Bukankah itu sia-sia ayah? Bukankah lebih baik ayah membaca buku atau
apalah yang bisa ayah pahami?”. Ayahpun terdiam dan menjawab ”ayah lihat kamu perhatian sama ayah. Semoga
ALLAH menyayangi dan melindungimu anakku, Sekarang ambillah keranjang dan ember di belakang dan
ikuti ayah, “. “kita mau kemana yah?”
sahut anak itu dengan penasaran. “ kita
mau ke sungai, sudah segera ambil saja kamu nanti akan tahu sendiri.” Sahut
ayah.
Singkat cerita, ternyata sang ayah mengajak sang anak ke sungai. Sang
ayah memerintahkan kepada si anak untuk memindahkan air dari sungai kedalam
ember yang letaknya 10m dari bibir sungai tempat sang anak mengambil air. “bagaimana mungkin aku bisa memindahkan air
ini, padahal keranjangnya kan tidak rapat. “ tanya sang anak. “sudah, coba saja” sahut sang ayah.
Dicobanyalah memidahkan ar itu oleh sang anak, namun hasilnya adalah kosong.
Tak ada air yang mampu ia pindahkan. Sang anakpun mulai kelihatan
berputus asa dan bertanya “
apa-apaan ini ayah, ini hal yan mustahil. “. Sang ayahpun menjawab “seperti itulah sebenarnya apa yang ayah
lakukan selama ini. Ayah membaca Al-Qur’an namun ayah tidak tahu artinya.
Tetapi coba prhatikan, bukankah keranjangnya menjadi bersih?”. “wow…iya keranjang ini menjadi begitu
bersih.” Sahut si anak dengan senyum kegirangan. “jadi artinya, ayah mungkin tidak
bisa mengambil pelajaran banyak dari Al-Qur’an yang ayah baca, namun Al-Qur’an
itu bisa membersihkan ayah dari dosa-dosa ayah”.
Dari kisah ini, sungguh ada pelajaran penting. Jangan takut tidak mendapat
pahala saat membaca AL-Qur’an karena tidak tahu artinya, yakinlah bahwa semua
akan ada balasannya selama kita berbuat kebaikan."
Ketiga, saya
tidak lancar membaca al-qur’an dan saya takut salah jadi tidak usah membaca
al-qur’an sekalian. Ketika kita tidak tahu dan tidak berusaha mencari
tahu, sejatinya kita telah berusaha untuk tidak tahu. Jika tidak bisa maka kita
harus belajar, jangan malah meninggalkannya. Jika tidak lancar membaca
Al-Qur’an maka belajarlah terus agar bisa lancar. Dan telah ada kabar bahwa
orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata maka akan mendapatkan dua
pahala.
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." (HR Bukhari Muslim)
Ya ini saja kalaupun kita belum lancar, semoga dengan seringnya kita berinteraksi dengan Al-Qur’an maka Allah akan memudahkan dan meringankan lidah kita untuk membaca Al-Qur’an.
Keempat, buat apa membaca al-qur’an ditarget? Saya terlalu sibuk jadi tidak sempat membaca al-qur’an. Stetmen ini hanya akan keluar dari mulut orang-orang yang malas. Saya yakin 24 jam bukan waktu yang sedikit. Tinggal kita memanagemennya, mensisihkan sedikit saja waktu kita disela-sela kesibukan kita untuk betilawah. Dan sungguh rohani kita butuh tilawah. Bukankah Al-Qur’an itu as-syifa’? obat bagi manusia.
Kita sudah sama-sama sadar dan tahu bahwa alasan-alasan kita untuk tidak membaca al-qur’an semuanya adalah salah besar. Maka dari itu kita harus merubahnya. Dan semoga kita diberikan kemudahan oleh ALLAH SWT untuk senantiasa menjalanan apa yang ALLAH perintahkan dan menjauhi apa yang ALLAH Larang. Dan tak lupa semoga ALLAH memberikan kita petunjuk bahwa yang benar itu benar dan semoga kita diberi kemudahan untuk melaksanakannya. Dan semoga ALLAH SWT memberikan petunjuk bahwa yang salah itu salah dan semoga kita diberikan kemudahan utnuk menjauhinya. Amin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Anda Pengunjung Ke
Popular Posts
-
Jihad saat ini bukan dengan mengangkat pedang atau senapan. Jihad di jaman ini adalah jihad ekonomi, pedang ekonomi, dan pendidikan.#jiha...
-
Assalamu'alaikum.... Saudaraku yang baik, sopan dan santun, serta pandai dan rajin menabung, hehehehehe....... temen temen tau g...
Hot Topics
Akhlak Terpuji
Al-Qur'an
Aliran Sesat
Aqidah
Argumen ASWAJA
Artikel Islam
Artikel Pilihan
ASWAJA
AYAT TASYBIH
Berhadiah Gadget
Berita Islam
Bid’ah Dhalalah
Bid'ah Hasanah
Cara Wudhu Rasulullah
DAULAH ISLAMIYYAH
Dzikir
Fiqih
Habaib
Habib Luthfi bin Yahya
Habib Umar bin Hafidz
Hadist Dhoif
Hadist Shahih
Hari Raya
HUKUM ALAT MUSIK
Hukum Dzikir Bersama
Hukum Majelis Dzikir
Ijtihad
Info Bisnis
INFO Kuis Online
ISIS
JIHAD
Keajaiban Islam
KEMATIAN
Keutamaan Ibadah
Khawarij
Kisah Inspirasi
Kontes Berhadiah 2014
Kuis Berhadiah 2014
Kultum
Kumpulan Sunnah Rasul
Lailatul Qadr
Madzhab Tafwidh Ma’a Tanzih
Madzhab Takwil
Majelis Dzikir
Masalah Khilafiyah
Media Islam
Mendapat Dollar
Mendapatkan Uang
Mendapatkan Uang dari Internet
Nasehat Bijak
Oase Iman
Puasa
Ramadhan
SEJARAH RINGKAS PARA IMAM DAN MUHADDITSIN
Seputar Sholat Jum'at
Sholat
Sholat Sunnah
Sunnah
Surga & Neraka
SYI'AH
Tausiyah
Tips Seputar Internet
Tokoh Islam
Video Pilihan
Whaff
Wirid Pilihan
Wudhu
0 comments:
Posting Komentar
KOmentar anda