On Kamis, Juli 10, 2014 by Pemuda Nabawi in Keutamaan Ibadah, Kumpulan Sunnah Rasul, Sholat Sunnah, Sunnah No comments
Berdasarkan hadits marfu’ riwayat Tamim Ad-Daari
-Radhiyallahu ‘anhu:
“Amal yang kali pertama dihisab dari seorang
hamba pada Hari Kiamat nanti adalah shalatnya. Bila shalatnya sempurna, maka
akan dituliskan pahalanya dengan sempurna. Bila belum sempurna, maka Allah
-Subhanahu wa Ta’ala- berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Lihatlah apakah
kalian mendapatkan hamba-Ku itu mengerjakan shalat tathawwu’ sehingga dengannya
kalian menyempurnakan shalat wajibnya?’ Demikian juga dengan zakatnya, kemudian
baru amal perbuatan lain dihisab menurut ukuran tersebut.”
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
2. Mengangkat derajat seseorang dan
menghapuskan kesalahannya
Berdasarkan hadits Tsauban maula Rasulullah
-Shalallahu ‘alaihi wa Sallam-, dari Nabi bahwa beliau bersabda:
“Hendaknya kalian banyak-banyak bersujud.
Sesungguhnya apabila kalian bersujud kepada Allah sekali saja, akan Allah
angkat satu derajat kalian dan akan Allah hapuskan satu kesalahan kalian.”(HR. Muslim)
3. Memperbanyak shalat sunnah merupakan
sebab terbesar masuknya seorang hamba ke dalam Surga, untuk menemani Rasulullah
Sholallahu ‘alaihi wa Sallam
Berdasarkan hadits Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami
-Radhiyallahu ‘anhu- bahwa ia bercerita, “Aku pernah menginap di rumah Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa Sallam-.
Aku membawakan air wudhu dan keperluan beliau. Beliau berkata, ‘Mintalah
sesuatu.’ Aku menjawab, ‘Aku ingin menjadi orang yang menemanimu di Surga.’
‘Atau ada permintaan lain?’ Tanya beliau. ‘Itu saja.’ Jawabku. Beliau
-Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda:
“Bantulah aku untuk memenuhi keinginanmu itu
dengan memperbanyak sujud.”
(HR. Muslim)
4. Shalat sunnah adalah amalan sunnah lahiriyah
yang paling utama setelah jihad dan ilmu, baik mempelajari maupun
mengajarkannya
Berdasarkan hadits Tsauban -Radhiyallahu ‘anhu-
bahwa Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda:
“Istiqomahlah kalian, dan kalian tidak akan
pernah sempurna. Ketahuilah, sebaik-baik amalan kalian adalah shalat. Tidak ada
yang selalu menjaga wudhu selain orang beriman.” (HR. Ibnu Majah
dan Imam Ahmad)
5.
Shalat sunnah di rumah akan membawa
keberkahan
Berdasarkan hadits Jabir bin Abdillah
-Radhiyallahu ‘anhu- bahwa Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda:
“Apabila salah seorang di antaramu usai shalat di
masjid, hendaknya ia menyisakan shalat untuk dikerjakan di rumahnya. Karena
Allah menjadikan kebaikan di rumahnya dengan shalatnya tersebut.” (HR. Muslim)
Juga berdasarkan hadits marfu’ dari Zaid bin
Tsabit -Radhiyallahu ‘anhu- yang berbunyi:
“Wahai manusia, shalatlah kalian di rumah kalian,
karena seutama-utama shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Al-Bukhari
dan Muslim)
Dalam lafazh hadits Muslim:
“Hendaklah kalian mengerjakan shalat di rumah
kalian, karena sebaik-baik shalat bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali
shalat wajib.” (HR. Muslim)
Juga berdasarkan hadits Ibnu Umar -Radhiyallahu
‘Anhuma- dari Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa Sallam-, beliau bersabda:
“Jadikanlah sebagian dari shalat kalian untuk
dilakukan di rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti
kuburan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
6.
Shalat sunnah dapat membuahkan kecintaan
Allah kepada seorang hamba
Berdasarkan hadits Abu Hurairah -Radhiyallahu
‘anhu- bahwa Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda, Allah Ta’ala
berfirman:
“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan
peperangan kepadanya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan
amalan yang lebih Aku sukai daripada amalan yang telah Aku wajibkan atasnya.
Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah,
hingga Aku mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya
yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat,
menjadi tangannya yang dengannya ia memukul, dan menjadi kakinya yang dengannya
ia berjalan. Bila ia meminta, pasti akan Aku berikan. Bila ia meminta
perlindungan, pasti Aku beri perlindungan. Tidak pernah Aku merasa bimbang
sebagaimana ketika Aku mencabut nyawa seorang mukmin yang tidak menyukai
kematian, sementara Aku tidak ingin menyakitinya.” (HR.
Al-Bukhari)
Secara tekstual hadits di atas, kecintaan Allah
kepada seorang hamba akan muncul bila seorang hamba istiqamah mengerjakan
kewajibannya dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui
ibadah-ibadah sunnah setelah melaksanakan yang wajib, baik berupa shalat,
puasa, zakat, haji atau ibadah lainnya.
7. Meningkatkan rasa syukur
seorang hamba kepada Allah -’Azza wa Jalla-
Berdasarkan hadits Aisyah -Radhiyallahu ‘Anha-
bahwa Nabi -Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- biasa melakukan shalat malam hingga
telapak kaki beliau bengkak. Aisyah bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau lakukan itu, padahal Allah telah
mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu maupun yang akan datang?” Beliau
menjawab, “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang banyak bersyukur?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Al-Mughirah bin Syu’bah -Radhiyallahu ‘anhu- juga
meriwayatkan bahwa ia bercerita, Rasulullah biasa melakukan shalat malam hingga
kedua telapak kakinya bengkak-bengkak. Ada orang bertanya, “Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang
terdahulu maupun yang akan datang?” Beliau menjawab, “Apakah aku tidak boleh
menjadi hamba yang banyak bersyukur?”
(Dikutip dari buku Himpunan Dan Tata Cara Shalat
Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- karya Dr.
Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani. Diterbitkan oleh Pustaka At-Tibyan – Solo)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Anda Pengunjung Ke
Popular Posts
-
Jihad saat ini bukan dengan mengangkat pedang atau senapan. Jihad di jaman ini adalah jihad ekonomi, pedang ekonomi, dan pendidikan.#jiha...
-
Assalamu'alaikum.... Saudaraku yang baik, sopan dan santun, serta pandai dan rajin menabung, hehehehehe....... temen temen tau g...
Hot Topics
Akhlak Terpuji
Al-Qur'an
Aliran Sesat
Aqidah
Argumen ASWAJA
Artikel Islam
Artikel Pilihan
ASWAJA
AYAT TASYBIH
Berhadiah Gadget
Berita Islam
Bid’ah Dhalalah
Bid'ah Hasanah
Cara Wudhu Rasulullah
DAULAH ISLAMIYYAH
Dzikir
Fiqih
Habaib
Habib Luthfi bin Yahya
Habib Umar bin Hafidz
Hadist Dhoif
Hadist Shahih
Hari Raya
HUKUM ALAT MUSIK
Hukum Dzikir Bersama
Hukum Majelis Dzikir
Ijtihad
Info Bisnis
INFO Kuis Online
ISIS
JIHAD
Keajaiban Islam
KEMATIAN
Keutamaan Ibadah
Khawarij
Kisah Inspirasi
Kontes Berhadiah 2014
Kuis Berhadiah 2014
Kultum
Kumpulan Sunnah Rasul
Lailatul Qadr
Madzhab Tafwidh Ma’a Tanzih
Madzhab Takwil
Majelis Dzikir
Masalah Khilafiyah
Media Islam
Mendapat Dollar
Mendapatkan Uang
Mendapatkan Uang dari Internet
Nasehat Bijak
Oase Iman
Puasa
Ramadhan
SEJARAH RINGKAS PARA IMAM DAN MUHADDITSIN
Seputar Sholat Jum'at
Sholat
Sholat Sunnah
Sunnah
Surga & Neraka
SYI'AH
Tausiyah
Tips Seputar Internet
Tokoh Islam
Video Pilihan
Whaff
Wirid Pilihan
Wudhu

0 comments:
Posting Komentar
KOmentar anda