KAMI SAMPAIKAN TANPA CINTA DUNIA

time


 Pribadi Berdzikir...
Dzikir menjadi Kepribadiannya,
Allah tujuannya,
Rosulullah SAW teladan dalam Hidupnya,
Dunia ini pun, menjadi Syurga sebelum Syurga sebenarnya,
Bumi menjadi Mesjid baginya.
Rumah, kantor, bahkan hotel sekalipun, menjadi Mushola baginya.
Tempat ia berpijak; Meja kerja, kamar tidur, hamparan sajadah baginya.

Kalau dia berbicara?
bicaranya dakwah.

Kalau dia berdiam?
diamnya dzikir.

Nafasnya?
Tasbih.

Matanya?
penuh rohmat Allah, penuh kasih sayang.

Telinganya?
Terjaga.

Pikirannya?
baik sangka; tidak sinis, tidak pesimis, dan tidak suka memvonis.

Hatinya?
Subhanallah..., diam-diam berdoa, do’anya diam-diam..,

Tangannya?
Bersedekah.

Kakinya?
Berjihad...! ia tidak mau melangkah sia-sia.

Kekuatannya?
Silaturrahiim.

Kerinduannya?
Tegaknya Syari’at Allah.

Kalau memang Hak tujuannya?
Maka sabar dan kasih sayang strateginya.

Asma’ ‘amaniina?
Cita-citanya tertinggi teragung, syahid di jalan Allah.

Kesibukannya? Ia hanya asyik memperbaiki dirinya, tidak tertarik mencari kekurangan, apalagi Aib orang lain.

Hadirilah Majlis-majlis Dzikir, raihlah kepribadian berdzikir, dengan selalu hadir menikmati Hidangan Allah Terlezat…
DZIKRULLAAAH……



0 comments:

Posting Komentar

KOmentar anda